Kejahatan dalam TI
1. Kejahatan dengan motif intelektual. Biasanya jenis yang pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk kepuasan pribadi
Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi atau kriminal yang berpotensi menimbulkan kerugian bahkan perang informasi.
Versi lain membagi cybercrime menjadi tiga bagian yaitu pelanggaran akses, pencurian data, dan penyebaran informasi untuk tujuan kejahatan. Kasus-kasus cybercrime yang banyak terjadi setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu:
Pencurian Nomor Kartu Kredit.
Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain di internet merupakan kasus cybercrime terbesar yang berkaitan dengan dunia bisnis internet di Indonesia. Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet.
Memasuki, memodifikasi atau merusak homepage (hacking).
Pada umumnya tindakan hacker Indonesia belum separah aksi di luar negeri. Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. Di luar negeri hacker sudah memasuki sistem perbankan dan merusak data base bank.
Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming.
Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Di luar negeri kejahatan seperti ini sudah diberi hukuman yang cukup berat. Berbeda dengan di Indonesia yang sulit diatasi karena peraturan yang ada belum menjangkaunya.
2. Tindakan yang tepat dalam masalah ini pasti nya si pelaku sudah tau betul yang di lakukan nya salah oleh sebab itu sebaik nya aparat harus lebih tegas lagi menindak lanjuti masalah yg banyak terjadi, di karnakan kasus seperti ini sudah menganggu dala bidang privacy manusia.
3. Contoh nya dalam pencurian sebuah email di mana account seseorang di ambil alih oleh hacker dan data rahasia si pemilik di baca/di acak. Begitu juga account seseorang di social media seperti instagram, hacker akan lebih tertarik dengan account yg memiliki followers yg banyak di karnakan account tersebut bisa di jual lagi.
Komentar
Posting Komentar